Pernikahan


Kalau ada yang bertanya, apa artinya pernikahan? Saya akan jawab, persatuan dua orang beserta keluarga mereka. Penyatuan dua orang yang berbeda dan jangan diharapkan akan menjadi dua orang yang sama.

Buat saya, pernikahan bukanlah pemaksaan. Pernikahan itu sebuah komitmen untuk belajar seumur hidup dengan pasangannya. Jadi, saya merasa sangat aneh bila ada pasangan yang memutuskan berpisah dengan alasan ketidakcocokkan. Belajar seumur hidup itu, bukan berarti harus memaksakan agar maumu sama dengan maunya, atau maunya sama dengan maumu. Ketika maumu tidak sama dengan maunya, maka kau sebut itu tidak cocok.

Saya menyebut kecocokkan itu sebagai sebuah upaya menghargai pendapat dan pemikiran pasangan. Makanya menikah itu, sekolah seumur hidup bersama pasangan.

Buat saya, pernikahan memang ibarat sekolah. Saya dan pasangan tidak hanya belajar tentang pasangan yang dipilih untuk hidup bersama. Dalam sekolah, selain belajar juga ada pekerjaan rumah. Ada juga masa-masanya malas bersekolah, malas mengerjakan tugas. Itu hal lumrah. Dan ibarat sekolah, pernikahan juga harus ada kenaikan kelasnya. Masalah pernikahan di usia setahun akan berbeda dengan di usia dua tahun.

Untuk pasangan yang bekerja, mungkin di tahun pertama masih mempermasalahkan antara uang risiko dapur dan uang nafkah. Namun di tahun kedua, itu bukan masalah yang harus diperdebatkan. Jujur, dalam kamus pernikahan saya, tidak ada istilah uang mamah dan uang papah. Aturan kami, kalau di antara kami ada yang mengajak makan duluan, maka dialah yang harus membayar, ha..ha..! Jadi saya terkadang menunggu saja diajak makan sama mantan pacar.

Usia pernikahan yang bertambah juga akan memperlihatkan kematangan kita dan pasangan.

Buat saya, usia pernikahan yang bertambah membuat saya kian yakin bahwa kita dan pasangan semakin dewasa. Rasa kagum terhadap pasangan akan terus meninggi. Saya melihat pertumbuhan suami saya dari seorang lelaki ke sosok ayah. Saya pun tidak percaya dia bisa seperti itu. But, I am sure he is the Man..

Terlalu banyak perubahan positif dalam pernikahan yang akan membuat kita semakin mengagumi pasangan. Terlalu banyak. Saya bersyukur akan itu. Dan rasanya, sebelum tulisan saya semakin pabaliut, saya cuma mau bilang I love you more and more Abah…(*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s