Paranoid di ATM


Kejadian kemarin sudah membuat saya paranoid. Kemudian, kejadian serupa berulang. Saya semakin paranoid.
Ini tentang sebuah mesin ATM yang diganti dan orang yang tiba-tiba masuk saat kita bertransaksi lalu menunggu kita di dalam ruang tersebut. Apa maksudnya coba?
Kemarin, di dalam ruang ATM di kantor saya di Jalan Asia Afrika, saya berencana membayar tagihan listrik. Sudah biasa saya membayarnya di ATM kantor. Sudah biasa pula saya menyimpan nomor rekening listrik di kontak ponsel.

image

Sebelum memasukkan kartu ke mesin, saya mengecek nomor rekening di ponsel. Alakazam, nomornya raib. Dari 300-an kontak, 100-an kontak sirna.
Saat saya mengecek kontak itulah seorang lelaki masuk. Ia mengenakan jaket kulit dan menyelendangkan tas salempang berwarna hijau. Melihat saya di depan mesin, bukannya minta maaf lalu keluar. Ia malah bergeming di dalam ruangan.
Kesadaran saya masih penuh. Saya melototin dia. Lalu saya kemas dompet dan ponsel serta membatalkan bertransaksi di mesin itu. Sambil bilang permisi, saya singkirkan dia dari liang pintu.
Kejadian serupa berulang. Kali ini saya sedang mengemasi bukti transaksi ke dalam dompet. Seorang perempuan merangsek masuk. Sama dengan lelaki itu, dia bertahan di dalam ruangan. Saya buru-buru memasukkan dompet dan ponsel saya. Tanpa banyak bicara, saya tubruk si perempuan yang menghalangi jalan keluar.
***
Siapa sih mereka? Orang yang melihat adanya peluang berbuat jahat atau hanya orang yang kurang beretika?
Ruang ATM yang ada di kantor saya memang tidak dijaga petugas keamanan. Kata seorang petugas keamanan kantor saya, dulu sempat ada. Namun, mungkin karena beranggapan ada petugas keamanan di kantor saya dan dari posnya, ruang ATM itu tampak jelas, petugas dari bank itu tak pernah ada lagi.
Yang lebih menakutkan, rekan sekantor saya mengaku kartu ATM nya hampir tertelan mesin. Ada sesuatu yang mengganjal di mesin sehingga kartu sulit dikeluarkan. Beruntung, berkat bantuan petugas sekuriti, setelah ditarik dengan sekuat tenaga, kartu dapat dikeluarkan. Dan tebak? Teman saya itu korban kedua di hari itu.
Saya kira, seharusnya pihak bank memberikan keamanan pada nasabah. Pemasangan CCTV tidak membuat kami merasa aman. Itu bukan sebuah pencegahan. Kami memerlukan upaya pencegahan agar kami tidak perlu menjadi korban kejahatan. Mungkinkah ada teknologi yang memungkinkan ketika kartu dimasukkan ke mesin, otomatis pintu ruangan akan terkunci sehingga tidak ada orang lain yang menyerobot masuk. Kunci akan terbuka begitu transaksi selesai dan kartu keluar dari mesin.
Kami yakin bank pun tidak ingin kehilangan nasabah. Maka, carilah inovasi agar kami aman. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s