Solihin Jaga Lilin


image

“Buat saya, jualan koran itu ngisi waktu di siang hari. Kalau malam saya kerja, istri jaga lilin,” kata Solihin (44).

Ya, berjualan koran sekarang sungguh sepi. Solihin bilang internet yang menggantikan. Orang pun sudah tidak butuh baca koran. Ia pun kehilangan sebagian besar langganan yang mahasiswa di Unpad Jalan Dipati Ukur.

Dibandingkan 10 tahun silam, penghasilan lelaki yang dikenal dengan sebutan Mang Ihin itu bisa dibilang melimpah. Rasanya tidak ada.mahasiswa yang tidak kenal dia. Jumlah putaran ia mengelilingi kampus saat berjualan mungkin melampaui tujuh keliling.

Saking melimpahnya rejeki dari berjualan koran, ia rela korannya dianjuk. Beberapa  langganan, termasuk saya, bahkan tidak perlu bayar bulanan. Dia minta uang langganan sekaligus saat jelang hari Raya Lebaran.

Dia juga dikenal jago “jual dedet”. Orang yang cuma beli koran, bisa tambah belanja majalah atau tabloid. Orang yang dipaksa tidak pernah marah.

Mengakali sepinya penjualan koran, Mang Ihin mengaku kebingungan. Disarankan tambah profesi jadi ojek online, jawabnya, “Penghasilan *ojek, kan, lagi menurun. Tambah lagi motor saya butut.” (AH)***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s