Babi Ngepet Kembali Beraksi


Kemarin, saya rada riweuh mencari karet gelang dan plastik kecil. Bukan buat bikin kerajinan. Tapi sebagai bagian dari prosedur tahapan (protap) pengamanan dari gangguan babi ngepet.
Karet gelang itu untuk mengikat gulungan uang. Lalu dimasukkan ke dalam plastik. Plastiknya pun diikat. Dipercaya, ini akan menyulitkan pelaku mengambil uang. Si pelaku itu tidak lain babi ngepet.
Yup, setelah agak reda beberapa bulan isu babi ngepet di kampung Ibu saya, sekarang ramai lagi. Setiap pagi selalu ada cerita selembar uang lima puluh ribuan atau seratus ribuan yang hilang dari dompet. Dan, si babi ngepet selalu jadi tersangka.
Segudang tips agar uang selamat dari babi ngepet tersebar di kampung. Ketika tips itu diaplikasikan, hati penduduk kampung agak tenang. Sekarang mereka kembali galau setelah kejadian yang sama berulang.
Besar dugaan si babi ngepet ini bukan warga kampung. Mungkin dia sejenis babi ngepet yang merantau. Mungkin dia menetapkan jadwal giliran kunjungannya ke sejumlah kampung. Sehingga, perlu bagi penduduk di kampung mencatat kejadian untuk mengetahui polanya. Itu juga bila memang penduduk di kampung mau memergoki dan menangkapnya.
Saya pernah menonton film babi ngepet. Salah satu pemainnya, Yati Octavia. Di film itu suami Yati yang menjadi babi ngepet memakan ulat orok lalu ia berubah menjadi hewan jadi-jadian itu. Lalu si babi akan menyusuri jalan dan gang permukiman warga. Dia akan menggesekkan badannya ke tembok rumah, dan si uang akan terbang masuk ke dalam perutnya.
Di rumah, Yati Octavia menahan kantuk untuk menjaga lilin dalam baskom berisi air. Bila nyala api bergoyang, itu tanda suaminya dalam bahaya. Ia pun harus segera mematikan lilin dengan meniupnya. Dan suaminya akan kembali menjadi manusia.
Namun, di akhir film, Yati terlambat mematikan lilin. Suaminya diperangkap sarung dan menjadi manusia kembali. Ia tewas setelah dipukuli massa.
Saya pun membayangkan hal itu terjadi di dunia nyata. Tapi memasang perangkap untuk babi ngepet tidak semudah menjebak tikus. Ukurannya jauh lebih besar. Dan yang pasti binatang yang satu ini berotak.
Hmm.. hewan pencopet yang berotak? Rasanya mirip dengan para koruptor, ya. Mereka juga pasti ada yang menjaga “lilin” sehingga berkesan licin. Apalagi sekarang senjata pemburunya dilucuti. Sepertinya akan semakin susah menjeratnya.
Kembali ke masalah babi ngepet, mungkinkah mereka bisa ditangkap? Tapi kalau hanya saya saja yang berusaha menangkapnya, agak pesimis. Dan mungkin saya pun akan sama dengan yang lain, ketika kehilangan uang hanya jadi kenangan tanpa perjuangan mengembalikannya. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s