Jumat Keramat dan Hujan


Di pemberitaan yang berkaitan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering muncul istilah “Jumat Keramat”, hari di mana seorang apes karena dinyatakan sebagai seorang tersangka. Buat dia, dunia berasa kiamat. Terbayang, bahwa ia akan busuk di penjara. Ih, amit-amit.

Istilah itu mungkin akan lebih klop bila dipadankan dengan hujan. Teman saya merasa hari ini sebagai hari apes dia. Mungkin dia lupa mengecek primbon. Mengecek hari apes dia. Karena dulu, sewaktu Bapak masih ada, setiap ada urusan selalu dikaitkan dengan primbon. Saat saya akan pindah kembali ke Bandung, Bapak berpesan, “pindahan jangan hari Sabtu. Itu hari apes kamu. Bahaya!”

Saya tidak tahu kalau saya langgar, apa yang akan menimpa saya. Selama ini, kebetulan saya tidak pernah melanggar perhitungan primbon Bapak. Keapesan itu tidak hanya berkaitan dengan hari, juga posisi tidur kita. Tidak heran, saya sangat sering mengubah letak barang di kamar kontrakan. Biar hoki!

Teman saya itu merasa sial karena meskipun ia memakai jas hujan, tapi basah meresap hingga bagian terdalam pakaiannya. Sementara, lokasi yang dituju adalah seminar yang harus berpenampilan “kering”.

Sudah terlambat, semakin terlambat. Teman saya ini tampak tidak nyaman dengan apa yang ia kenakan. Padahal itu baju kering.

“Teteh, saya sampai berburu baju dulu. Baju murah. Terus, cari daleman ke mini market. Barusan saya beberesih dulu di toilet mesjid. Tapi tetep nih, berasa gatel badan. Jadi hayang ceurik, pokoknya.”

Ia merasa celana karduroy yang dikenakannya itu tidak pas dengan bentuk badannya. Kemeja yang dikenakannya pun dirasa tidak nyaman. Padahal kalau menurut saya, itu potongan kemeja cocok banget dia pakai. Mungkin karena motifnya garis-garis, he..he..

Ternyata kesialannya itu tidak berakhir di situ. Kantor si teman saya memerintahkan dia datang karena akan ada rapat yang dihadiri semua bagian. Ditambah lagi, malam ini ia piket. Maka lengkaplah sudah penderitaannya.

“Pokoknya saya mau pulang dulu. Ganti baju,” katanya.

Mungkin saran Bapak saya bisa diterapkan oleh teman saya. Dia harus belajar dari buku primbon agar menghindari kesialannya. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s