Curahan Hati untuk Mahasiswa


Dear Dedek-dedek Mahasiswa,

Sudah lama saya ingin menulis surat ini. Menumpahkan isi hati saya yang diselimuti kekesalan atas tingkah laku kalian ketika beririsan dengan pekerjaan saya.

Surat ini tertunda beberapa kali. Karena ada sebagian diri saya yang menganggap, kelakuan kalian yang super nyebelin itu mungkin hanya kasuistis. Hanya terjadi di kampus tertentu.

Tapi, penilaian saya ternyata salah. Kalian, mahasiswa, yang menjadi panitia rupanya memiliki tipikal yang sama. Merepotkan.

Waktu liputan promosi doktor yang politisi itu di Unpad, kami, para pewarta dipaksa duduk di kursi balkon. Kami memilih duduk di tangga sebelah bawah balkon dengan alasan, pengeras suara lebih jelas terdengar. Dengan alasan, sudah ada tempat untuk media dan menganggu pemandangan, kami dipaksa pindah ke tempat semula. Kami terpaksa adu mulut dengan mahasiswa.

Saat meliput Boediono, wakil presiden era SBY, peristiwa berulang. Saya harus menempati tempat duduk yang sama. Ternyata humas kampusnya diperlakukan sama.

Pengalaman berikutnya, waktu meliput acara ITHB di GOR Pajajaran, saya dipersulit mahasiswa. Padahal saya datang sepagi itu karena diundang.

Mereka keukeuh mengatakan tidak ada nama humas yang saya sebut. Padahal jelas-jelas saya menerima telfon dari nomor kampus mereka.

Terakhir, masih hangat, tadi pagi saya pasea dengan mahasiswa ITB yang menjadi panitia wisuda. Kalian, para mahasiswa, meminta undangan resmi. Saya sudah memperlihatkan kartu pengenal saya. Bahkan undangan dari humas via what’s app, tidak mempan.

Dedek Mahasiswa, saya tidak suka kalian berlagak lebih galak dari paspampres. Kalian bisa lebih fleksibel ketika menjadi mahasiswa. Toh, selama liputan rasanya kami tidak pernah merepotkan kalian.

Dedek Mahasiswa, tingkat keresean kalian itu semakin meningkat ketika kalian butuh kami. Jujur, saya sering sebal dengan bahasa kalian yang sangat aktivis itu. Jangan heran, ya, pesan kalian tidak akan pernah saya balas.

Selama kalian masih seperti itu, saya pun akan tetap seperti ini. Melawan kalian dengan cara saya. Semoga ke depan kalian akan mengerti dengan cara kalian. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s