Life is Short, then Work Something Awesome


image

“Life is short. Then, let’s work something awesome.”

Tadi siang pemegang halaman gaya hidup mengabari saya adanya tulisan yang mengapresiasi tulisan saya yang pernah dimuat pada 3 April lalu. Kaget sekaligus penasaran.

Pertama, saya merasa mendapat feedback positif dari penanggung jawab halaman tentang apa yang saya buat. Sedikit penghargaan itu berarti banyak buat kami yang cuma bawahan. Tak perlu hal mewah, kata “terima kasih” pun sudah cukup.

Dan penghargaan itu semakin wah ketika saya membaca tulisan di tautan yang dikirimkan itu di : http://www.kompasiana.com/dewinurbaiti/kejar-passionmu_5708fdbb2f937348075393e1. Ini kekagetan saya yang kedua.

Jujur, apresiasi untuk tulisan “santai” seperti ini memang sering saya rasakan. Berbeda dengan tulisan “seriusan”, yang kalau bagus jarang direspon. Sekalinya, ada satu kata yang kurang pas, diprotes habis-habisan.

Buat saya yang ditempatkan di bagian “seriusan”, ya, yang isinya memang rada kaku, menulis profil di halaman gaya hidup itu memberikan variasi pengalaman kerja. Bertemu dengan pejabat setiap hari, sangat membosankan. Isinya hanya formalitas dan “asal bapak senang”.

Tapi ketika menulis profil, saya berpikir mendalam. “Bagian hidupnya yang mana dari nara sumber saya ini yang bisa menginspirasi orang?”

Saya tertantang dengan penulisan gaya seperti itu. Dan mereka yang tampil di halaman itu, memang layak. Perjuangan hidup mereka yang bergelombang yang telah membawa mereka pada titik sebagai inspirator.

Para inspirator itu, tidak pernah menyadari bahwa jejak hidupnya telah memotivasi orang lain. Ada orang yang mengingatkan apa yang dilakukannya itu mesti dibagikan pada orang lain. Dan mengarahkan supaya mereka itu narsis, sangat susah.

Pernah saya bertemu nara sumber yang sudah berkisah panjang lebar, tapi di akhir, ragu untuk mempublikasikan kisahnya. Itu jadi tugas berat saya untuk meyakinkan dia terus maju.

Ada pula yang merasa kisahnya inspiratif. Tapi, sebenarnya biasa saja, he..he..

Itulah seninya proses penulisan ini. Gara-gara saya menulis untuk rubrik itu, ada yang mengira saya pindah bagian. Betapa kakunya gaya menulis saya kalau terus bergumul di gaya penulisan yang kaku.

Sekali lagi, bagi saya menulis profil seseorang dengan panjang merupakan variasi pengalaman kerja yang akan membuat saya semakin kaya ilmu. Karena saya ingin bahagia dengan apa saya lakukan.

Bagi seorang pekerja, kebahagiaannya dalam bekerja adalah ketika ada tantangan baru dan variasi pengalaman kerja. JobStreet.com pernah mensurvey 4.600 pekerja. Salah satunya berkaitan kebahagiaan dalam bekerja.

Satu di antara hasil survey menunjukkan sebanyak 2.500 pencari kerja menyatakan tidak bahagia terhadap pekerjaannya. Faktor utamanya, kurangnya variasi pekerjaan yang diberikan. Ternyata perusahaan tidak memikirkan bentuk pekerjaan yang dapat mengembangkan keahlian sehingga pekerja mudah bosan.

Sebanyak 2.100 responden yang telah bekerja 5-15 tahun mengatakan variasi bentuk pekerjaan menjadi faktor penting agar bisa selalu memperkaya diri dengan hal-hal baru.

Nah, kalau Anda, apa yang membuat bahagia dalam bekerja?

Advertisements

3 thoughts on “Life is Short, then Work Something Awesome

  1. teronggemuk says:

    Yang bikin bahagia dalam kerjaan, karena ada hubungannya dengan passion kita. Kebetulan aku pengajar Bahasa Inggris, tapi ngajar bukanlah passion aku yang sebenarnya. Passion aku itu bertemu orang dan ngobrol dan Bahasa Inggris. Hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s