Harta Tak Ternilai


index

Ayashiki Sansuiburo bermimpi membangun dinasti perusahaannya jadi lebih besar. Ia tidak peduli bila harus mengurangi karyawan atau melepaskan mitra-mitranya selama tujuannya tercapai.

Bagi dia, karyawan adalah karyawan. Bila tidak puas pada perusahaan atau atasan, silakan berhenti. Karena tidak sulit mencari pekerja pengganti yang rela bekerja dengan aturan atasan yang kaku.

Tidak sampai setahun, Ayashiki menjelma menjadi pemimpin otoriter tanpa belas kasihan. Perusahaan adalah uang, uang, dan uang.

Lalu apa yang terjadi, bila semua karyawan meninggalkan Ayashiki dalam sekejap? Belum merasakan menjadi raksasa, perusahaan Ayashiki malah jadi kerdil. Ayashiki bukan lagi atasan bila tanpa bawahan.

Apa perasaan Anda, bila bawahan Anda menghilang? Apa layak yang seperti itu disebut pemimpin?

Di episode final “Priceless“, Ayashiki menemukan jawaban ia tak layak disebut pemimpin. Ia menemukan jiwa itu ada pada diri Fumio Kindaichi, adik tirinya.

Selepas kehilangan ribuan karyawan, Ayashiki malu setengah mati. Ia memutuskan memecat dirinya sebagai direktur. Apa artinya direktur tanpa karyawan. Ia pun hidup menggelandang. Persis yang dialami Kindaichi seusai dipecat dan kehilangan apartemennya.

Ayashiki hidup di tempat dulu Kindaichi menggelandang. Kindaichi memahami perasaan Ayashiki, datang dan menghiburnya. Mereka makan miso bersama. Ayashiki kaget ketika Kindaichi menyapa setiap orang yang melintasinya. Menyapa dengan memanggil namanya.

“Kamu hafal nama mereka?” tanyanya heran.

Kindaichi tidak menjawab pertanyaan kakak tirinya itu. Ia malah menceritakan kisah setiap orang yang disapa. Ayashiki kemudian sadar, itulah yang membuat karyawannya mengikuti Kindaichi.

Ketika seorang atasan mengingat nama anak buahnya, dan menyapanya, kehangatan itu akan meresap di hati karyawan. Tanpa harus diminta, karyawan akan loyal. Dengan begitu, bawahan pun akan leluasa berkisah tentang beban kerjanya.

“Karena kita bukanlah mesin,” ujar salah satu karyawan Miracle Thermos.

Yah, kata Kindaichi, karyawan itu bukan mesin atau robot yang bisa digerakkan sesuai kemauan atasan. Karena keuntungan perusahaan bukan hanya uang. Kekayaan perusahaan itu, mampu menciptakan produk yang dibuat oleh semua karyawan. Yes, semua. Tanpa kecuali. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s