Hari Pertama Sekolah


Awal masuk sekolah sekarang, sampai-sampai ada instruksi agar orang tua mengantar anaknya ke sekolah. Sebetulnya, kalau orang tua paham tugasnya, tidak perlu, tuh, ada instruksi-instruksi segala. 

Nenek saya saja, waktu saya masuk SD paham soal itu. Dia antar saya ke sekolah. Menunggui saya selama belajar. Terkadang wajahnya nongol di jendela kelas. Saya saja yang mungkin kurang bersyukur. Diantar nenek ke sekolah, malah saya yang iri lihat teman sekelas yang diantar dan ditunggui ayah dan ibunya. 

Proses antar hari pertama oleh orang tua yang sebenarnya, tidak benar-benar saya rasakan waktu SMP dan SMA. Bapak mengantar saya mengenal sekolah hanya pada saat daftar ulang. SMP yang saya pilih cukup jauh dari rumah. Waktu SD saya cukup jalan kaki. Atau udunan naik becak. Itu kalau ada sisa uang jajan minggu lalu. 

Masuk SMP, saya memadukan model perjalanan jalan kaki dan ngangkot. 15 menit saya jalan kaki dari rumah ke jalan besar. Dan 30-45 menit naik angkot. 

Saat daftar ulang di SMP, saya sangat senang diantar Bapak. Dia menunjukkan angkot yang harus saya naiki untuk berangkat ke sekolah. Proses daftar ulang cukup lama, dan Bapak mulai bosan. Dia pamit pulang duluan. Sementara saya nyangkut di sekolah. 

Saat pulang, saya yang kebingungan harus pakai angkot apa. Karena angkot saat berangkat tidak lewat di depan sekolah ke arah sebaliknya. Bapak yang jadi panduan saya sudah tidak ada. Artinya saya harus mencari informasi lain. 

Kejadian serupa berulang di SMA dan kuliah. Bapak hanya mengantar. Tidak menunggui. Dia menunjukkan jalan pergi. Tapi tak meninggalkan arah pulang. 

Saya akhirnya terbiasa dengan kebiasaan Bapak. Saya tahu, Bapak percaya saya bisa menemukan jalan pulang meski tidak bersama dirinya. Malahan selanjutnya saya yang keasyikan mencari banyak rute jalan pulang. 

Kebiasaan mencari rute pulang yang berbeda dengan pergi sudah saya lakukan sejak SD. Alasannya, sih, menghindari si Hunter, anjing komplek Saibi. Saya hampir dikejar oleh Hunter waktu pergi sekolah. Akhirnya, saya berburu rute pulang yang berbeda yang malah lebih jauh dari biasanya. Yang penting terhindar dari gigitan Hunter. 

Kalau SMP agak sulit mencari rute berbeda. Karena sekolah saya SMPN 25 yang dulu masih di Jalan Kelenteng, rutenya, ya, segitu-gitu saja. Agak nyeleneh, saya bisa masuk-keluar gang demi mencoba rute baru. Eh, pernah sekali jalan kali, sih, dari sekolah. Bukan karena kepengen, tapi harus! Ada pesawat jatuh di Jamika sehingga tidak ada angkutan umum. 

Kalau SMA dan kuliah pencarian rute pulang baru itu lebih mahir. Saya coba semua angkot yang berdekatan trayeknya dengan sekolah. Di SMA juga saya pernah pulang jalan kaki karena angkot menghilang akibat tiga partai kampanye bersamaan di hari terakhir. 

Kebiasaan mencari rute baru itu yang mungkin membuat saya hapal jalan dan rute angkot. Tapi yang mengherankan, keterampilan saya itu, kan, tidak terlihat kasat mata di penampilan saya. Tapi, tapi, kenapa saya sangat sering ditanya orang peta di Bandung? Ini masih jadi pertanyaan besar. 

Kembali ke persoalan masuk sekolah, ada alasan tiap orang tua mengantar atau tidak anaknya di hari pertama sekolah. Yang terpenting dari semua itu, kemampuan orang tua untuk membuat anaknya terbuka dan kepekaan orang tua terhadap persoalan anaknya. Saya yakin tidak ada, kok, orang tua yang abai di hari pertama sekolah.***

Advertisements

2 thoughts on “Hari Pertama Sekolah

  1. Juna says:

    Setuju sekali dengan artikel ini, adanya momen antar anak di hari pertama sekolah dapat menumbuhkan rasa kehangatan, keterbukaan, dan kepekaan oraangtua terhadap anak. Begitu pula sebaliknya. Dengan begitu anak tak lagi merasa sendiri dalam memecahkan masalah, namun selalu ada keluarga terdekat yang akan terbuka dan mendengarkannya.

    • dewi153 says:

      Bapa saya menerapkan model yang berbeda pada adik bungsu saya. Selama tiga bulan, adik saya ogah ditinggal. Sampai bapak saya masuk kelas dan jadi ‘asisten’ guru Kelas 1 SD.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s