Sun-Day-Fun-Day


Hari Minggu adalah menu Sunday Fun Day buat dua anak saya. Meskipun saya tetap bekerja (baca: mengetik untuk kantor), waktu bersama mereka di hari Minggu wajib ada. Makanya, mulai Minggu tadi saya pakai tagar #sundayfunday untuk kegiatan saya dan mereka. 

Sebenarnya, tagar tersebut tidak sengaja saya dapat ketika mengunggah foto kegiatan kami. #sundayfunday, menarik juga untuk jadi tema. Apalagi mataharinya lumayan menyengat, cocok disebut “Sun Day”. Tapi setelah bersenang-senang, sore harinya kami dihadiahi hujan. Adem. 

#sundayfunday ini juga sebenarnya sedikit modus saya bisa scan telapak tangan di kantor alias ngabsen. Jadi sambil bawa anak main, tetap dapat uang makan dan transportasi dari kantor. 

Menu #sundayfunday dimulai dengan berjalan kaki dari rumah ke jalan raya. Sekitar 10 menit, kami berjalan meski sesekali si Galink minta digendong. Bahkan baru naik angkot pertama sudah mengeluh mengantuk. 

Angkutan umum berikutnya berlanjut dengan bus Trans jurusan Cicaheum-Cibeureum. Tidak lama naik bus, dua anak mulai cape duduk. Mereka tidak tahan untuk lari-larian. 


Tapi setelah turun dari bus di Braga, mereka merajuk ingin jajan di mini market. Keluar mini market, kembali berhenti karena harus melihat kereta api yang melintas. Pikir saya, tak apa, toh, sebentar lagi mereka harus kuat jalan kaki lagi menyusuri Braga hingga ke Asia Afrika. 

Dan mereka benar-benar kuat. Sepanjang jalan banyak yang ditanyakan. Paling seru ketika melihat lukisan yang dijajakan di jalan yang mereka susuri. 


Nah, ketika mau menyebrang ke Bank Jabar Banten, saya tawari mereka untuk mencicipi es potong. Meski belepotan, saya biarkan. Setelan baju ganti ada di tas. 


Asli, itu es potong memang enak. Sebagai ibu, harus selalu siap untuk membersihkan makanan sisa anak. Jadi saya mencicipi gigitan terakhirnya. 

Singkat cerita, kami sampai ke kantor saya. Istirahat sekitar setengah jam lalu berlanjut berburu kesenangan berikutnya. 

Kedua anak saya super excited melihat cosplay yang berjejer. Ceuceu merengek minta foto bareng, tapi tidak jelas foto dengan cosplay yang mana. Yang jelas, mereka tak banyak pikir ketika berhadapan dengan mamang tukang buah. Dua-duanya memilih semangka. 


Jalan berikutnya, menyusuri jalan Banceuy hingga Penjara Soekarno. Keduanya menggemaskan sekaligus agak mengesalkan. Tapi itulah anak-anak. Mereka berlarian tanpa lelah. Tapi sebagai hadiahnya, saya ajak mereka makan bakso dan belanja ke Yogya Pajajaran. Terakhir hanya si Galink yang terlelap di angkutan kota dan saya mesti menggendongnya sambil berlarian agar dia tidak ikut basah diguyur hujan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s