Transaksi Gagal Mini Market yang Diabaikan


Sering saya membaca kisah pengalaman buruk berbelanja di mini market. Seperti penyusupan barang yang menyebabkan kita harus membayar lebih. Dan tidak sedikit yang pernah menerima kembalian permen.

Saya juga mengalami. Persis pada hari saya dan keluarga menjemput Mamah yang baru pulang beribadah haji. Titik penjemputan di Pusdikav Padalarang. Saya pun sengaja meminta izin tidak bekerja karena kesibukan tersebut.

Di hari yang sama, paket internet kedua ponsel saya hampir habis. Pengalaman saya membeli pulsa di mini market itu karena cukup cepat dan nominalnya besar sesuai dengan kebutuhan paket internet saya.

Nah, demi kelancaran selfie, wefie, dan segala macam kebutuhan yang berkaitan dengan ponsel, saya harus menstabilkan kuota internet. Enggak lucu rasanya, kalau posting fotonya besok. Enggak up to date!

Maka berhentilah saya di sebuah mini market di dekat SPBU Parongpong. Mini market yang berbeda dengan yang biasa saya belanja pulsa. Singkat kata, saya belanja pulsa yang Rp 150 ribu. Dan kalau berdasarkan pengumuman di kasir saya bisa mendapatkan bonus pulsa Rp 30 ribu. Suami saya yang terima struk pembayaran. Dia hanya periksa daftar belanjaan makanan kami. Lupa kami cek struk pulsanya.

Satu jam, dua jam, hingga pukul 3 sore, sepulang dari jemput Mamah, saya memutuskan kembali ke mini market tadi untuk mempertanyakan pulsa saya. Sebelum turun dari mobil, saya cek struk tadi. Terbelalak saya. Di struk tertulis dengan jelas kalau status dari pemesanan pulsa saya itu: GAGAL. Dan si kasir dengan asik bilang,”pulsanya ditunggu.”

Lalu, begitu saya masuk ke mini market, si kasir tadi langsung ngeuh sama saya dan suami. Dia langsung menjelaskan pengiriman pulsa gagal. Suami saya kadung kesel karena jelas-jelas dalam struk pembayaran pengiriman pulsa gagal. Tapi dia tidak langsung menyatakan gagal. Selain itu tidak ada pemberitahuan kalau transaksi gagal. Padahal nomor saya tercantum di struk itu sebagai nomor yang seharusnya dikirim pulsa.

Dengan entengnya, kasir itu bilang, “diganti uang saja.”

Ya iyalah. Kalau diganti pulsa saya mesti nunggu lagi atuh.

Saya membayangkan bila pembeli itu dari luar kota dan tidak mungkin kembali untuk mengambil uangnya. Dan bagaimana nasib uang itu? Masuk ke kotak sumbangan atau dibagi rata untuk pegawai mini market. ENGGAK RIDO!

Perilaku karyawan yang berada di garis depan dengan konsumen seharusnya tahu etika dan tata krama. Pelayanan terhadap konsumen, sesalah apapun konsumen, tetap nomor satu. Bukan hal yang tidak mungkin, bila trik mendapatkan uang mudah itu disebarluaskan ke karyawan lain akan ditiru dan merugikan konsumen.Dan ini akan jadi cikal bakal kehancuran mini market itu (doa yang mengancam). ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s