Pesan Mamang Sosis Bakar


Kita itu, dalam hidup, harus mengimani rejeki.

Ucapan itu tercetus dari Mamang Sosis Bakar di Sabuga, pagi ini. Rada jleb! Karena sering kali kita kurang bersyukur dengan rejeki yang didapat. Selalu melihat dan iri dengan rejeki orang lain yang jauh lebih dari kita. 

Ucapan Mamang Sosis Bakar itu ditujukan pada Mang Ihin, penjual koran langganan sejak masa kuliah. Saya bertemu Mang Ihin yang mencoba peruntungannya menjual koran di keramaian. Ia galau dengan usahanya. Tapi dia enggan berganti usaha. 

“Sudah keenakan di koran. Jadi sanajan pendapatan turun, tetap dikeureuyeuh,” kata Mang Ihin. 

Pelanggan Mang Ihin kebanyakan mahasiswa yang kuliah di Unpad Dipati Ukur. Tapi karena sejak 2016, mahasiswa baru kuliah di Jatinangor, potensi langganan barunya menghilang. Mahasiswa lama yang jadi pelanggan pun akan segera raib selepas wisuda. Akhirnya Mang Ihin ubah strategi : berburu keramaian. 

Tapi yang dia tahu keramaian yang berpeluang untuk menjual koran hanya di acara wisuda dan wilayah kampus. Mungkin dalam pikirannya, koran hanya akan dibeli dan dibaca oleh kalangan kampus. 

Obrolan kami ngalor-ngidul tentang peluang usaha terpotong pertanyaan Mamang Sosis Bakar. Awalnya dia hanya bertanya tentang lokasi Persib bertanding. Tadinya dia akan mengejar Persib untuk menjual sosis. Tapi karena itu di Kabupaten Bekasi, niat dia urungkan. 

Ternyata Mamang Sosis Bakar ini memang rajin mencari agenda keramaian. Tidak hanya di Bandung. Tapi di Jawa Barat. 

Penjual sosis bakar memang sangat marak. Dimana-mana ada. Tapi layaknya sebuah usaha, lokasi itu jadi kunci kesuksesan penjualan. Ia rela mengejar acara hajat laut ke Subang bahkan ke Pelabuhan Ratu hanya untuk menjual sosis. Ia yakin, dengan usahanya, rejeki akan mengikuti. 

Usaha yang dibangunnya dengan modal Rp 500 ribu itu merupakan usaha yang kesekian kali. Ia pernah menjual roti bakar, sate, kemudian sosis. Mamang sosis bakar ini ibarat kebalikan Mang Ihin. Semua jenis usaha akan dia coba. “Karena saya mengimani rejeki.”

Dari obrolan dengan Mamang Sosis Bakar itu, Mang Ihin mengantongi semangat untuk tetap berusaha. Pilihan Mang Ihin bertahan dengan berjualan koran, bukan pilihan buruk. Namun, ia harus lebih semangat berjualan jika memang itu kemampuan yang ia yakini yang cuma dimilikinya. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s