Penting, Ga Penting

Apa pentingnya, sih, meliput sidang promosi doktor? 

Bagi saya juga enggak terlalu penting. Tapi enggak demikian dalam pekerjaan saya. Gelar doktor diraih karena adanya “kekinian” dalam riset yang dilakukan si calon doktor. “Kekinian” inilah yang akan memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan. 

Namun, buat segelintir orang, mungkin si calon doktor atau panitianya, ekspos media tidak demikian penting. Kami, kelompok kuli tinta ini diundang atau ditugaskan meliput, tapi tidak diberi kebebasan akses. Kebebasan akses yang saya maksud itu berupa posisi tempat duduk yang memudahkan menyimak paparan si calon doktor. Atau mendapatkan ringkasan disertasinya. 

Dulu, ya, dulu, tahun lalu saya sempat meliput sidang doktor di ruangan yang sangat besar. Bisa dibilang, mewah. Tapi saat masuk, tidak ada buku ringkasan disertasi yang diterima. 

“Bukunya hanya untuk undangan,” kata si panitia. 

Selanjutnya, panitia menyuruh kami ini untuk menunggu hingga akhir karena seusai kegiatan akan ada konferensi pers. 

Ternyata itu bukan kejadian pertama dan terakhir. Kami sempat disuruh menunggu humas perguruan tinggi memfoto copy buku ringkasan disertasi. Karena panitia hanya memberikan satu buku. Dan jumlah wartawan yang membutuhkan itu puluhan. 

Kejadian serupa terjadi hari ini. Buku akan diberikan di akhir, itu pun kalau ada sisa, mungkin. 

Padahal di ruangan sidang, saya melihat buku itu hanya gular-goler. Mungkin nanti pun seusai pulang akan ditinggal. Atau dibawa trus diantep dan dikilo. 

Ada juga yang mungkin agar “Asal Bapak Senang” (ABS). Karena saya lihat ada beberapa orang yang selfie dengan menjadikan buku ringkasan itu sebagai bukti hadir di acara tersebut. Ini yang geuleuh!

Tapi, apa daya. Ikhlaskan saja!(*)