Wisdom of The Crowd

“Orang-orang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang berarti”.
Saya suka dengan konsep dari TV show ini. Ini kisah tentang dunia digital dan interaksinya. Ini kisah sebuah aplikasi yang menjadikan publik sebagai bagian dari sesuatu yang berarti: memecahkan kasus-kasus yang tidak terselesaikan.

Diceritakan seorang milyuner Jefrey Tanner yang kehilangan putri semata wayangnya, Mia Tanner yang tewas dan polisi telah menahan orang yang tidak bersalah. Tanner yang seorang pengusaha digital memutuskan berhenti dari jabatannya hanya untuk fokus membuka kembali kasus kematian putrinya.

Tanner memiliki ide brilian dengan membuat aplikasi bernama Sophe. Aplikasi ini semacam media sosial, tapi fokus untuk memecahkan kasus. Publik yang memiliki akun Sophe diminta aktif dalam setiap postingan dari Admin. Misalnya, ketika di posting tentang kasus Mia Tanner, ratusan postingan masuk. Bahkan ada postingan yang memberikan calon bukti baru kasus Mia Tanner.

Saat admin mengunggah video seseorang keluar dari apartemen Mia Tanner, dan ada sebuah mobil terparkir di dekat apartemen yang diduga digunakan oleh pelaku, dengan cepat publik mengenali nomor mobilnya. Video itu pun hasil kiriman dari seseorang yang rajin memvideokan apa pun yang ada di sekitarnya.

Setelah diketahui siapa pemilik mobil itu, publik menghakiminya. Maloof, sang sopir masuk rumah sakit karena ia dipukuli publik yang mengira ia adalah pelaku pembunuhan Mia Tanner. Ini negatifnya dari media sosial saat warganet tidak menunggu konfirmasi kebenaran siapa Maloof dan apakah dia diduga kuat sebagai pelaku. Tapi keterangan Maloof justru menggiring Tanner pada temuan berikutnya.

Temuan itu pun mengarahkan ada korban lain selain Mia Tanner. Bahkan ada satu korban yang tewas. Maka, pengungkapan kasus pun menjadi meluas.

Ketika ada dua orang yang diduga pelaku berkomunikasi, polisi merasa yakin bahwa mereka memang pelakunya. Tapi apa buktinya? Lagi-lagi Sophe yang membantu. Admin mengecek adakah member Sophe yang ada di lokasi, dan memintanya menyalakan headset untuk menguping pembicaraan mereka. Bukti yang kemudian membantu polisi.

Satu pelaku melarikan diri. Sophe kemudian meminta tolong kepada publik yang melihatnya untuk melapor. Tapi, tidak mendekati pelaku karena diduga berbahaya. Publik yang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang berarti itu, mengindahkan imbauan. Mereka malah terus menguntit pelaku dengan kamera ponselnya hingga pelaku tersudut dan kemudian diselamatkan oleh polisi.

Saya kira, keterlibatan publik seperti ini yang perlu dibangun. Selama ini, publik hanya menjadi objek. Padahal mereka ingin juga menjadi subjek. Ada kebanggaan dalam diri mereka, ketika ternyata informasi yang disampaikan benar-benar membantu. Lihat saja, ketika ada kehilangan keluarga lalu disebar di media sosial, publik dengan cepat meresponnya.

Di era digital, masyarakat tidak lagi jadi objek yang dicekoki informasi. Tapi mereka jadi bagian pemberi informasi. Akun gosip pun tidak perlu susah payah mencari bahan berita. Dengan sukarela publik memberikan video atau foto amatir yang diambil ketika melihat ada artis di sekitar mereka. Bahkan, untuk mengetahui kejadian di lokasi kejahatan, polisi bukan satu-satunya nara sumber.

Inilah makna sebenarnya dari partisipasi masyarakat. Mereka berhak menjadi bagian yang aktif dari isu-isu yang ada. Informasi dari mereka adalah masukan yang penting. Seperti Sophe, informasi itu tidak lantas dipercaya. Aplikasi itu memiliki fitur yang menyaring informasi dengan men kategorikan informasi itu. Fitur itulah yang memilah mana informasi yang mendekati kebenaran terkonfirmasi.

Lalu bagaimana dengan kalian, tentu mau menjadi bagian dari sesuatu yang berarti, kan?

Advertisements