Anjing ‘Polisi’ Hampir Menggigit Saya

Sejak sekolah dasar,  binatang yang saya takuti adalah anjing. Tidak perlu saya jelaskan alasan ketakutan itu.  Meski dibilang hewan piaraan yang setia tetap wae sieun.

Saya bisa pilih jalan memutar di komplek kalau pergi sekolah.  Ada dua anjing yang saya takuti saat itu,  Hammer dan Hunter.  Saya terpaksa harus melintasi jembatan goyang dua kali biar tidak ketemu Hammer dan Hunter.

Berselang waktu,  saya beranjak besar,  rasa takut itu berkurang.  Walau tetap sih,  kalau papasan,  agak stres juga.  Namun,  beruntung tidak pernah sampai dijamah anjing.

Tapi,  sejarah itu berubah hari ini.  Saya hampir digigit anjing. 

Saya dalam kondisi lapar akut ketika berjalan menuju Dinas Pendidikan Jawa Barat.  Angkot yang saya tumpangi  hanya sampai Jalan Cipto.  Sisanya saya harus jalan kaki ke Jalan Rajiman. 

Dari jarak 5-7 meter,  saya sudah melihat ada orang yang menuntun anjing.  Jangan tanya jenis anjingnya.  Harapan saya soal jenis hewan tidak berbeda dengan tipe mobil.  Saya buta,  lah.  Sesaat langkah saya berhenti.  Waduh,  ada anjing,  pikir saya.

Tapi akal sehat saya membuat saya bisa mengendalikan ketakutan saya.  Anjing itu ada yang menuntun.  Setidaknya,  aman. 

Rupanya saya salah.  Waktu saya melintas,  anjing itu langsung berbalik dan menghambur hendak merangkul saya.  Tepatnya menggigit. Karena saya menghindar,  tas saya yang akhirnya digigit.

image

Semula saya tak melepaskan tas yang talinya melingkar ke leher.  Tapi melihat si penuntun  anjing tak kuasa melepas cengkeraman gigi anjing,  saya putuskan melepaskan.  Ternyata meski sudah diriung tiga orang,  gigitannya malah menguat.

Ketiga orang ini menggunakan sejumlah cara agar gigitan itu dilepaskan.  Mulai dari perintah lisan,  menarik rahangnya,  menggugurkan,  hingga meniup telinganya.  Gigitan mulai dilepas karena dia kehabisan tenaga. 

Wajar saja.  Anjing itu tampak tak terurus.  Badannya kurus.  Kondisinya tidak jauh berbeda dengan kondisi hewan yang dijual di jalan pada umumnya.  Tak sehat dan tak terjaga.  Saya ragu kalau si penjual memang paham merawat binatang. 

Oleh karena itu,  marah pada penjual rasanya percuma.  Mereka selalu punya alasan mengelak. Seperti saat itu, mereka beralasan anjing itu dulu piaraan polisi sehingga galak.

Apa betul dia galak? Atau,  usahanya mencengkeram saya itu sebagai usahanya meminta tolong?  (*)

Musim Begal

“Kenapa belum pulang? Ini sudah malam loh!  Gak takut begal? ”

Pertanyaan seperti itu sering saya terima selama dua pekan saya pulang malam.  Memang,  saya juga menyimak berita kalau begal tengah merajalela.  Tapi,  pulang malam seperti sekarang,  hanya dua pekan saya jalani.  

Kalau mendengar kata begal,  saya malah ingat kata gerombolan dalam perspektif pemberontakan DI/TII.  Mungkin karena ibu saya yang ayahnya,  sekaligus kakek saya,  meninggal dunia di masa itu.  Cerita-cerita keganasan gerombolan,  rasanya lebih nyata dari ibu saya.

Begal,  yang sering disebut berita di televisi itu,  sebenarnya apa bedanya dengan rampok atau kawanan ‘kapak merah’ yang juga dulu sama merajalelanya? 

Mereka sama-sama mengambil hak orang lain di jalanan dengan kekerasan.  Bisa dengan cara berpura-pura kecelakaan,  mencegat,  atau langsung merampas.  Bahkan tidak jarang si begal menghabisi korbannya.  Padahal,  jumlah barang jarahan mereka tidak sebanding dengan korban yang direnggut nyawanya.

Lalu,  saat salah seorang dari mereka tewas dibakar dihakimi massa,  muncul ancaman balas dendam dari adiknya di media sosial.  Kita perlu panik? 

Saya rasa,  teror ini terlalu dibesar-besarkan.  Kalau memang adik pelaku itu menebarkan teror dan menanamkan keresahan,  ya,  sudah laporkan saja.  Biar polisi yang mengusutnya.  Saya kira polisi tidak akan diam.

Saat saya dinas di Karawang,  ada cerita tentang sebuah kampung begal.  Dongkal namanya.  Di kampung itu,  dikenal sebagai sarang begal motor sekaligus penadahnya.  Sayangnya,  saya tidak pernah berkunjung ke sana.  Salah satunya,  ada sedikit kekhawatiran saya diapa-apain.

Polisi saja sepertinya tidak sengaja ketika menemukan ratusan motor curian di desa itu.  Konon,  bila kita kecurian motor di wilayah barat,  ya,  ditadahnya di Dongkal. 

Seorang pejabat di Karawang yang kenal sesepuh begal,  sempat berkisah,  ada anak kenalannya kehilangan motor.  Kebetulan ayah si anak kenal si om kumis pejabat itu disegani sesepuh begal.  Dia minta tolong pada si om kumis.

Singkat cerita,  motornya masih utuh.  Karena menghormati si om kumis,  motor tersebut dikembalikan.  Tapi ada syaratnya.

Motor itu akan digeletakkan di pinggir sawah pada jam 11 malam.  Jangan ambil motor kurang dari jam yang diperjanjikan. 

Janji itu ditepati.  Motor ada.  Tapi orang yang meninggalkan motor itu tidak tampak.  Rupanya dia bersembunyi mengawasi.

Si om kumis pernah menirukan ucapan sesepuh begal.  Motor yang dicuri itu tidak sembarangan.  Tipe yang dicuri,  sesuai pesanan.  Bila lagi tinggi harga Yamaha Mio misalnya,  ya,  yang banyak dicuri jenis itu.  Atau kalau tidak laku,  tinggal dipreteli suku cadangnya.

Jadi kira-kira maraknya begal ini,  pesanan siapa?  Ada yang tahu?  (*)

Awas, Tragis bo!

Hubungan seksual mestinya memberikan kesenangan dan kenikmatan pada tubuh. Sayangnya bila dilakukan secara brutal dan berlebihan, hubungan seksual bisa berakibat fatal dan menimbulkan masalah pada tubuh. Setidaknya ada 5 kecelakaan seks tergila yang pernah ada.

Berikut 5 kecelakaan seks tergila yang pernah ada, seperti dilansir Huffingtonpost dan Livescience, Senin (31/10/2011), yaitu:

1. Penis patah
Sebuah studi menemukan bahwa 50 persen pria dirawat karena penis patah (penile fractures) di University of Maryland dalam 7 tahun terakhir. Penis patah atau fraktur penis memang jarang, tapi kondisi ini benar-benar bisa terjadi. Pada tahun 2001, tercatat ada sekitar 1.331 kasus fraktur penis telah dilaporkan yang dimulai sejak tahun 1935.

Fraktur penis terjadi karena ada tekanan traumatik pada corpus cavernousum, yaitu lapisan silinder dari penis. Corpus cavernousum berisi jaringan ereksi mirip spon yang mengandung darah selama ereksi.

Bila ini terjadi, akan terdengar suara sentakan atau retakan dan kemudian penis berubah menjadi hitam dan biru, disertai rasa sakit yang mengerikan, bengkak dan memar, mirip fraktur yang terjadi pada tulang.

2. Tuli gara-gara berciuman
Seorang wanita Tionghoa dilaporkan menjadi tuli di telinga kirinya setelah berciuman dengan pacarnya. Ciuman yang brutal diduga membuat pecah gendang telinga bagian kiri.

3. Cupang di leher yang bikin stroke
Seorang wanita di Selandia Baru harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami lumpuh tiba-tiba di bagian kiri tubuhnya. Dokter yang menanganinya menyimpulkan bahwa wanita tersebut mengalami stroke ringan.

Dokter sempat bingung mencari penyebab stroke tersebut hingga akhirnya menemukan memar vertikal kecil di lehernya dekat arteri utama, bekas cupang yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

4. Kondom di dalam paru-paru
Seorang wanita India mengalami batuk persisten dan demam panjang selama 6 bulan. Setelah diperiksa dokter sangat terkejut karena menemukan ada kondom bersarang di paru-parunya. Diduga ia menghirup kondom hingga akhirnya mencapai paru-paru.

5. Penis terjebak di mur
Ini mungkin adalah cara paling gila untuk memperpanjang penis. Demi mendapatkan alat kelamin yang panjang, seorang tukang las di Malaysia memasukkan penisnya ke dalam mur (pasangan baut). Sayangnya, penis pria tersebut mengalami ereksi dan terjebak di dalam mur.(Dari detik.com)***