Nambah Anak? Pikir-pikir Dulu, deh!

Percakapan yang sebenarnya harus dilabeli penting. Nah, soal apanya yang penting, nanti kita ulas seusai kutipan percakapan ini.

“Kinan, kamu, teh, yakin mau punya adik lagi?”
Enggak, ah, Mbu!”
“Kenapa?”
“Nanti sekolah aku gimana? Kan, aku harus bantuin nyuci baju, nyuci piring, sama ngasuh.”

Sudah bisa ditebak kan percakapan ini soal apa. Yes, soal menambah anak ketiga. Arggghhh.. telinga saya rasanya berdengung, jantung berdegup kencang, dan di atas kepala saya seperti ada burung yang sedang berputar-putar.

Kalau permintaan menambah anak itu disampaikan oleh si Abah, sih, gampang menjawabnya.

“Anak-anak masih kecil, cicilan masih tiga tahun lagi. Gaji juga yang belum naik. Bla..bla..bla…

Dan si Abah pasti menjawab, “mbu, Allah pasti ngasih rejeki buat si anak. Tidak perlu khawatir.”

Dan ingat ya, saya ini perempuan. Apa yang keluar dari bibir perempuan itu kebenaran yang tidak bisa dibantah. Kata saya, tidak, ya, tidak dulu, lah!

Dua anak yang saya lahirkan dengan jeda dua tahun itu sebenarnya tanpa perencanaan. Terutama anak kedua. Karena anak pertama melalui sectio, dan jaraknya ke anak kedua kurang dari dua tahun, pasti sectio lagi. Kebayang itu bekas sectio, jahitannya masih nyut-nyutan. Padahal usia si bungsu sudah dua tahun. Itu dari sisi medis.

Kalau dari sisi ekonomis, si Abah lebih paham berapa duit yang harus dikeluarkan hanya untuk sectio. Saya pun tak menghilangkan bantuan dari tempat kerja yang Alhamdulillah mampu membantu membeli kebutuhan popok. Namanya juga bantuan, harus dipakai membantu pendapatan yang tersisa hanya dari gaji pokok. Tunjangan? mesti menunggu tiga bulan kemudian yaitu saat kembali masuk kerja.

Tapi yang sulit ketika seorang kakak meminta menambah adik. Alasannya, kepengen punya adik laki-laki. Tidak mungkin saya menjawab seperti argumentasi saya pada si Abah. Tapi sedapat mungkin saya kembali pada peran “omongan ibu itu selalu benar“, dan membuat anak saya terutama si sulung mengurungkan permohonannya.

Trik saya, sih, menjabarkan tanggung jawab dia kalau memiliki dua adik. Sekarang saja, dia sudah merasakan beratnya punya satu adik. Dia mulai kerepotan menghadapi paksaan adiknya yang mengajak main tanpa mempedulikan kalau kakaknya sedang cape atau mengantuk.

“Kinan, kalau nanti punya adik lagi, Kinan harus bantu Ambu seperti cuci piring, cuci baju, dan ngasuh. Soalnya Ambu, kan, harus ngantor juga.”

Kinan tampak bingung dan mencerna omongan saya. Hasilnya, abrakadabraaaaa… jawabannya seperti yang ada awal tulisan ini.

Buat saya, minimal harus ada jeda untuk menambah anak ketiga sampai anak usia 3-4 tahun. Waktu istirahat untuk memiliki anak lagi ini diperlukan seorang wanita agar tubuhnya pulih dulu dari stres saat melahirkan. Ibu juga bisa mendapatkan lagi semua nutrisi yang hilang saat menjalani kehamilan pertama. Tak hanya itu saja, jeda waktu 18-23 bulan ini juga bisa menjadi modal untuk tubuh ketika hamil lagi.

Untuk catatan, dari 2012 sampai sekarang, saya belum menyetop menyusui. Seperti saya ungkapkan dalam tulisan sebelumnya, kalau lepas menyusui itu, saya mau mengecat rambut, he.. he ..

Di sisi anak, ketika usianya sudah berusia di atas empat tahun, punya waktu yang cukup untuk mendapat perhatian dari kedua orangtuanya sebelum punya adik lagi. Mereka juga sudah lebih mengerti akan konsep ‘adik’.

Dan yang perlu ditegaskan adalah kondisi keuangan. Kondisi yang dapat diprediksikan. Karena kalau rejeki nomplok, mah, siapa yang mengira.

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan adalah kondisi pekerjaan. Banyak wanita yang merasa kesulitan untuk bekerja full time atau bahkan part-time setelah punya anak kedua, ketiga dan seterusnya. Perhitungkan lagi, apakah budget pengeluaran bulanan tetap bisa terpenuhi ketika Anda misalnya harus berhenti bekerja atau adakah budget untuk menambah pengurus anak jika Anda mau tetap bekerja.

Dan pilihan saya saat ini, konsentrasi pada dua anak dan bayar cicilan dulu. Nanti anak sudah masuk sekolah dan cicilan menguap, bolehlah nambah anak. Dan, semoga laki-laki. Biar komplet.

Kalau teman-teman, seperti apa pertimbangannya sebelum memutuskan menambah anak?

Advertisements

Awas, Tragis bo!

Hubungan seksual mestinya memberikan kesenangan dan kenikmatan pada tubuh. Sayangnya bila dilakukan secara brutal dan berlebihan, hubungan seksual bisa berakibat fatal dan menimbulkan masalah pada tubuh. Setidaknya ada 5 kecelakaan seks tergila yang pernah ada.

Berikut 5 kecelakaan seks tergila yang pernah ada, seperti dilansir Huffingtonpost dan Livescience, Senin (31/10/2011), yaitu:

1. Penis patah
Sebuah studi menemukan bahwa 50 persen pria dirawat karena penis patah (penile fractures) di University of Maryland dalam 7 tahun terakhir. Penis patah atau fraktur penis memang jarang, tapi kondisi ini benar-benar bisa terjadi. Pada tahun 2001, tercatat ada sekitar 1.331 kasus fraktur penis telah dilaporkan yang dimulai sejak tahun 1935.

Fraktur penis terjadi karena ada tekanan traumatik pada corpus cavernousum, yaitu lapisan silinder dari penis. Corpus cavernousum berisi jaringan ereksi mirip spon yang mengandung darah selama ereksi.

Bila ini terjadi, akan terdengar suara sentakan atau retakan dan kemudian penis berubah menjadi hitam dan biru, disertai rasa sakit yang mengerikan, bengkak dan memar, mirip fraktur yang terjadi pada tulang.

2. Tuli gara-gara berciuman
Seorang wanita Tionghoa dilaporkan menjadi tuli di telinga kirinya setelah berciuman dengan pacarnya. Ciuman yang brutal diduga membuat pecah gendang telinga bagian kiri.

3. Cupang di leher yang bikin stroke
Seorang wanita di Selandia Baru harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami lumpuh tiba-tiba di bagian kiri tubuhnya. Dokter yang menanganinya menyimpulkan bahwa wanita tersebut mengalami stroke ringan.

Dokter sempat bingung mencari penyebab stroke tersebut hingga akhirnya menemukan memar vertikal kecil di lehernya dekat arteri utama, bekas cupang yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

4. Kondom di dalam paru-paru
Seorang wanita India mengalami batuk persisten dan demam panjang selama 6 bulan. Setelah diperiksa dokter sangat terkejut karena menemukan ada kondom bersarang di paru-parunya. Diduga ia menghirup kondom hingga akhirnya mencapai paru-paru.

5. Penis terjebak di mur
Ini mungkin adalah cara paling gila untuk memperpanjang penis. Demi mendapatkan alat kelamin yang panjang, seorang tukang las di Malaysia memasukkan penisnya ke dalam mur (pasangan baut). Sayangnya, penis pria tersebut mengalami ereksi dan terjebak di dalam mur.(Dari detik.com)***

Jaga Bibirmu, Sob!

Ternyata bibir itu bisa mengungkap peringatan terhadap penyakit, loh. Simak beberapa kondisi bibir yang bisa memberi petunjuk tentang kesehatan Anda, seperti dikutip dari The Sun:

Bibir Pecah: Diabetes
Kondisi bibir kering semacam ini sangat jamak terjadi, dan mungkin hanya anemia ringan. Namun, pada kasus tertentu, bibir pecah–pecah dapat menandakan diabetes. Bermula dari meningkatnya gula darah yang merangsang pertumbuhan jamur menyerang mulut. Bibir pecah–pecah biasanya diawali dengan retakan di sudut mulut yang dinamakan sudut cheilitis atau peradangan pada sudut mulut.

Bibir Bengkak: Penyakit Kron
Salah satu indikasi penyakit yang menyerang usus ini dapat berupa pembengkakan pada bibir. Kondisi serupa terjadi di Inggris dimana satu dari 1.000 orang yang terkena penyakit ini menderita pembengkakan pada berbagai bagian tubuh, termasuk bibir.

Bibir Terbakar: Herpes
Sensasi terbakar pada bibir dapat menandakan seseorang terjangkit virus herpes. Dalam 24 jam, bibir biasanya mulai melepuh, dan beberapa hari kemudian keluar cairan yang menular dari lepuhan tersebut. Hindari sentuhan, ciuman dan bahkan berbagi sabun atau lipstik pada penderita jenis ini.

Bibir Kaku: Alergi
Bibir mati rasa yang diikuti dengan pembengkakan dapat berarti alergi terhadap makanan atau zat kimia tertentu. Hal ini terjadi karena tubuh melepas hormon histamin dalam jumlah yang banyak ke dalam darah sebagai reaksi dari sistem kekebalan tubuh.

Bibir Biru: Gangguan Pernapasan
Warna biru pada bibir menandakan kekurangan oksigen. Pada bayi, kondisi ini dapat berarti croup, gangguan pernapasan yang mengakibatkan suara serak dan batuk. Bibir biru pada orang dewasa berarti jantung sedang bekerja keras memompa oksigen ke seluruh tubuh. Ini seringkali terjadi pada penderita penyakit jantung kronis.

Bibir Ruam: Eksema
Eksema adalah peradangan kulit kronik yang kering dan gatal. Ruam pada sudut mulut ini seringkali menjadi lebih parah akibat terlalu sering menjilat bibir atau mengisap jempol. Penyembuhannya cukup gampang. Hentikan saja kebiasaan menjilati bibir dan mengisap jempol, serta mengoleskan satu persen krim hidrokortisol selama beberapa hari.

Bibir Dingin dan Sakit: Kurang Gizi
Gizi dan kurang istirahat kadang menjadi pemicu rasa sakit dan dingin pada bibir. Anda juga disarankan menghindari makanan dan minuman yang mengandung asam amino seperti kacang tanah, kacang mete, coklat, bir dan cola jika mengalami masalah ini. *** dyatini’s BlackBerry®