Lebaran 2011

Lebaran ini, status baru, rumah baru, dan tempat sholat Ied baru, di lapangan punya tentara. ☺

Minal Aidzin mohon maaf lahir batin ya ☺ .. 1432 H..

#doapagi — semoga hari esok selalu lebih baik. Ya اَللّهُ, izinkan bertemu lagi Ramadan tahun depan. Semoga keluarga kami lebih lengkap dengan amanah-Mu. آمينَ يا رَبَّ الْعَالَمِينَ ..

Advertisements

Yang Lebaran Rabu

Penampakan hilal adalah hal yang sangat vital dalam menentukan awal tiap-tiap bulan dalam kalender Hijriah. Wabil khusus untuk menentukan tanggal 1 Syawal.

Menurut sejumlah lembaga internasional yang memantau penampakan bulan pada Senin, 29 Agustus 2011 dengan menggunakan berbagai perangkat teknologi yang reliable dan precise, keberadaan bulan sudah terlihat di ufuk timur pada Senin sore dan petang.
Islamic Crescents’ Observation Project, misalnya, telah mengeluarkan peta dunia yang memperlihatkan kedudukan hilal pada Senin malam. Dengan demikian, menurut organisasi ini, tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011.

Begitu juga dengan Moonsighting.Com yang seperti ICO Project berusaha membantu umat Muslim di dunia mendekati urusan intip-mengintip hilal dengan penerapan teknologi canggih.
Dalam laman Moonsighting.Com disebutkan bahwa hanya ada empat negara yang merayakan Lebaran pada hari Rabu, 31 Agustus 2011. Keempat negara itu adalah Indonesia, Selandia Baru, Oman, dan Afrika Selatan.

Kesemuanya mengandalkan pada pengamatan hilal di level lokal.
Sementara itu, negara-negara lain yang memiliki umat Islam dalam jumlah signifikan merayakan Lebaran di hari Selasa. Kebanyakan dari kelompok negara-negara ini mengikuti keputusan Saudi Arabia yang menggunakan teknologi canggih dalam memantau penampakan hilal.

Selain itu ada tiga negara yang menetapkan 1 Syawal dengan menggunakan metode hisab. Ketiganya adalah Amerika Serikat, Libya dan Malaysia.

Sumber: rakyat merdeka online

Hanging on the Jemuran

Let’s sing : ketupat, ketupat, hanging on dryer..

Hanya di hari Lebaran, ketupat hadir di setiap rumah. Di sebuah momen istimewa yang datang setahun sekali. Lebaran tanpa ketupat, ibarat sayur tanpa garam. Ibarat dangdut tanpa joged. Kehadiran ketupat di setiap rumah, seperti memberikan atmosfer sebuah kemenangan setelah menempuh ujian Ramadan sebulan penuh.

Oh ya, ketupat sendiri adalah sejenis makanan dari beras yang dimasukkan ke dalam wadah yang terbuat dari daun kelapa atau janur, lalu dimasak dan dimakan sebagai pengganti nasi. Kendati demikian, ketupat atau yang juga sering disebut kupat, lazim ada dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya dijual oleh pedagang kaki lima dengan sebutan kupat tahu. Yang membedakan ketupat Lebaran dengan ketupat yang dijual pedagang kaki lima adalah warna daun kelapa yang membungkusnya.

Everybody, mari cooking! ***

Sudah Punya Baju Bedug?

Mungkin judul di atas yang bikin ponakan gue, @infozahra a.k.a zahra bingung, sampe-sampe dia ngetwit –>
Oh, baju bedug teh baju lebaran. Karena buat anak seumuran dia di zaman ini istilah itu sudah jarang disebut. Walaupun kebiasaan memiliki baju Lebaran kan, wajib buat mereka.

Tapi seinget gue, di zaman gue seumuran ponakan, gak terlalu excited untuk punya baju Lebaran. Mungkin gue menyadari kemampuan ekonomi keluarga yang pas-pasan. Tapi ortu gue seperti ortu kebanyakan pasti mengusahakan membelikan untuk anaknya. Nah, waktu SMP ortu gue cuman ngasih duitnya untuk belanja baju. Dan asli bingung kudu belanja dimana, karena jarang maen ke dayeuh.

Kebiasaan beli baju Lebaran mulai males sejak SMA. Jangankan beli baju Lebaran, beli baju sehari-hari malesnya bukan main. Pake baju pun gak harus macthing. Yang penting nyaman. Toh, mau se-macthing apa pun, kalo yang makenya gak nyaman, gak akan enak diliat.

Udah kerja dan punya duit sendiri pun, beli baju gak harus setiap bulan. Yah, ketika dirasa butuh baju baru, itulah saat membeli. Modelnya pun gak harus yang up to date. Jadi gak ada pos keuangan bulanan untuk beli baju, hi hi ☺ !

Nah, sekarang setelah berkeluarga, kebiasaan beli baju pun hanya untuk kebutuhan tertentu seperti menghadiri undangan. Kebetulan suami pun gak terbilang cowo metropolis. Seinget gue, ke salon aja buat potong rambut gue yang gusur. Trus pake meni-pedi aja cuman buat kebutuhan kita nikahan aja. الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِين, dia pun gak banyak nuntut untuk kebutuhan beli baju Lebaran, cuman gue pikir dia mah perlu beli, minimal baju koko. Jadi kalo ditanya udah punya baju bedug?, jawabnya, diganti aja sama baju toa. Udah jarang kan denger suara bedug di mesjid kecuali pas takbiran sama di adzan magrib tv. ***